[Movie] Instant Family

Nov 10, 2020 | Review | 0 comments

Image courtesy of IMDb

Film drama komedi keluarga yang menyentuh dan memiliki pesan moral yang cukup dalam. Film Instant Family dibintangi oleh Mark Wahlberg dan Rose Byrne sebagai orang tua yang mengadopsi tiga anak kecil, diperankan oleh Isabela Moner, Gustavo Escobar (Gustavo Quiroz), dan Julianna Gamiz.

Konsep foster family, atau keluarga asuh penampung anak-anak yang dipisahkan dari orangtua yang bermasalah, memang belum begitu familiar di Indonesia. Namun di Amerika Serikat, ini adalah sebuah kondisi umum.

Film ini dibuka dengan kehidupan suami istri Pete (Mark Wahlberg) dan Ellie (Rose Byrne) yang berniat merawat anak yang masuk program foster care. Mereka tertarik merawat Lizzy (Isabella Moner) remaja yang cerdas dan pemberani. Namun ternyata, Lizzy juga memiliki dua orang adik yang berbeda karakter. Ada Juan (Gustavo Quiroz) yang penakut dan si kecil cabe rawit Lita (Julianna Gamiz) yang gampang meledak. Yang tadinya mereka hanya terpikir untuk merawat satu orang anak saja, karena tidak tega untuk memisahkan siblings tentunya, akhirnya mereka merawat ketiganya sekaligus.

Awalnya, kehidupan sebagai orangtua asuh begitu dinikmati Pete dan Ellie. Namun seiring berjalannya waktu tentunya masalah mulai hadir. Lizzy mulai sering membangkang, dan merasa Ellie hanyalah ibu pura-pura untuknya. Belum lagi Juan dan Lita yang kerap membuat masalah, entah disengaja atau tidak.

Terakhir, ibu Lizzy keluar dari penjara dan menginginkan anak-anaknya kembali tinggal bersamanya. Apakah keluarga baru ini akhirnya berpisah kembali?

Nah, setelah nonton film ini, gambaran tentang konsep adopsi di Amerika ternyata ada kemiripan dengan di Indonesia, walaupun stigma tentang adopsi itu sendiri memang belum menjadi sesuatu hal yang lazim atau bahkan kecenderungan masih dianggap tabu untuk beberapa pemikiran masyarakat. Namun demikian, aturan tentang pengangkatan anak sudah ada dan proses serta persyaratannya sudah jelas sehingga dapat menjadi panduan untuk orang tua yang ingin memiliki anak angkat secara sah. Jangan lupa, hal terpenting dari konsep pengangkatan anak adalah demi kesejahteraan dan kebaikan anak ya, bukan orang tua. Sehingga perlu dipikirkan matang-matang sebelum memutuskan untuk menjalani prosesnya. Hal itu juga terceritakan dengan baik di film tersebut, bagaimana pandangan pihak keluarga, bagaimana mereka bisa saling berbagi pengalaman dengan sesama calon orang tua angkat dalam support group dan sebagainya.

Untuk saya pribadi, prinsipnya anak adalah titipan Allah SWT, baik kandung maupun bukan. Mereka adalah sumber kebahagiaan and reasons to live. Despite the feeling bahwa seringkali saya merasa belum menjadi seorang Ibu yang baik atau pola asuh dan cara didik yang dirasa kurang tepat, saya selalu yakin akan cinta yang tulus dan ikhlas jadi berikanlah yang terbaik yang kita mampu. Setuju ngga?

error: Content is protected !!