EuroTrip part 2

Oct 20, 2020 | Travel | 0 comments

Flashpacker EuroTrip – Part 2

Alhamdulillah, bisa berangkat lagi. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, perjalanan kali ini ngga se-padat yang EuroTrip part 1, udah ngga terlalu ngoyo haha.. Jadi di tiap kota minimal stay nya 2 hari. Oh iya maafkan kalau bahasanya campur-campur antara Inggris dan Indonesia ya ;p Koper yang dipakai kali ini sizenya sama, yg middle size juga, empat roda dan bisa putar 360 derajat, tipe hard case juga ya (saya ngga pernah pakai yang zipper type untuk travelling) tapi kali ini warnanya kuning jreng banget, saya kasih nama Bumblebee (tau kan kenapa? hehehe). Untuk merek, duh, saya ngga tau koper-koper saya mereknya apa (nanti saya coba lihat deh) soalnya jaman dulu rasanya koper itu mahalll banget (eh sekarang juga mahal ya?), trus kalo ngga salah dua-duanya saya beli di Mustafa, Singapore waktu tinggal disana. Jadi.. jangan-jangan ngga bermerek hehehe.. Ini juga beli gara-gara koper yang sebelumnya kuncinya rusak, kalo ngga rusak pasti dipakai lagi hiks. Eh kira-kira bisa dibenerin ngga ya panel kunci kopernya di Laba-laba atau CaptainFix?

Kalau di postingan yang EuroTrip part 1 udah ada beberapa tips, disini juga akan ditambahkan yang lupa dicantumkan sebelumnya. Saya ngga tau kira-kira kalau orang lain bepergian sistem persiapannya seperti apa, tapi kalo kami, berhubung ngga pakai tour and travel dan semua direncanain sendiri, jadi kami bikin itinerary, checklist barang atau dokumen dan contact list.

Innsbruck – Austria

Day 1. Terbang dengan Garuda Indonesia dari Airport Soekarno Hatta keberangkatan pukul 7.35 pm. Still couldn’t believe that I’m actually doing this again (long flight), tapi kali ini saya bawa bantal leher yang berguna bangettt untuk mengurangi rasa kaku di leher dan posisi tidur yang tidak nyaman ;D toh bantal lehernya tipe yg ringan bgt, bisa diikat ke tas juga bisa pakai tali jacket holder yang banyak dijual online sekarang (kalau dulu belinya paling di toko keperluan travelling gitu), kebetulan jenis bantal lehernya bukan yang udah ada clip nya.

Day 2. Mendarat di Airport Schiphol Amsterdam pada pukul 7.20 am, seperti biasa saya dan suami langsung melanjutkan perjalanan menuju Innsbruck dengan menggunakan pesawat Transavia (EUR 72,5 per person). Pemandangan yang tidak biasa pada saat kami sedang menunggu waktu boarding adalah kami satu2nya orang Asia yang akan naik ke pesawat tersebut (tujuan Innsbruck) diantara para bule ^^ I wonder why..

Jarak tempuh Amsterdam – Innsbruck memakan waktu sekitar 1 jam 45 menit. Entah kami yang terlalu takut atau pengaruh dari terlalu banyak membaca artikel, menurut info yang beredar Innsbruck airport merupakan salah satu airport yang tersulit medannya karena lokasinya berada di atas gunung dan dihimpit oleh pegunungan lainnya. Alhamdulillah penerbangan tersebut cukup lancar dan sampai dengan selamat.

Dari Innsbruck airport, kami menaiki bis yang menuju Innsbruck Hbf (train station). Checked in di hotel Ibis Innsbruck, ciee trip part 2 ini nginepnya di Ibis semua, ngga ibis budget lagi ceritanya hehehe.. Hotelnya tempatnya disini, review Tripadvisor saya ada disini. Makan di Burger King (teteup) yang letaknya persis di seberang hotel, trus jalan2 di sekitarnya (seperti biasa toko2 sudah tutup kalau sore).

Pemandangannya indah, kota kecil yang dikelilingi gunung, udaranya segar dan suasananya damai menyenangkan. Karena sudah terlalu lelah, kami beli kebab di restoran dekat hotel yang porsinya besar (untuk saya bisa 2 kali makan). By the way, berdasarkan pengalaman sebelumnya dimana saya hanya bawa sambal abc 10 sachet dan sudah habis di hari ke 3, kali ini saya bawa 1 pak isi 22 sachet yang habis tepat di hari terakhir perjalanan tsb ^^ Maklum, walaupun makanan bule tetep harus pakai chilli sauce hehe.. Dannn ternyata kalau menurut pendapat saya pribadi sekarang saya lebih suka sambal del monte. Kenapa sambal sachet? Kenapa ngga botol aja? Pertama, kalo botol walaupun botol plastik ya malu aja kalo keliatan sama yang punya resto, apalagi kalo restoran yg bukan fast food bisa-bisa chef nya nanti tersinggung kan.. Kedua, belum tentu juga boleh bawa makanan dari luar (walaupun dlm case ini sambal doang). Ketiga, ngga praktis juga kali bawa-bawa botol sambal, kan mendingan sachet kalo per hari bawa beberapa sachet aja, sisanya di koper di tinggal di hotel. Penting ga sih? 😀

Day 3. Pagi keesokan harinya (jangan ketawa ya) kami sarapan BK lagiii OMG. Chicken wing nya enak (di Jkt kayaknya ngga ada menu chicken wing di BK deh) of course makannya dengan sambal sachet andalan saya. Setelah sarapan, kami naik bis tujuan Neustift (perusahaan VVT, no. ST) yang supirnya tidak bisa bahasa Inggris. Jadi kami tanya2 harga dengan bahasa Inggris, dia jawabnya dengan bahasa Jerman (lho?). Yang pasti perlu dicatat bahwa kalau orang yang naik bis memakai baju winter sport, maka harga tiketnya lebih murah, sayangnya karena kami memang tidak berniat untuk olahraga winter, kami memakai pakaian biasa, bahkan saya pakai jeans ;p

Kali ini kami ke pegunungan Stubai, surprisingly bersantai disini lebih menyenangkan daripada Mt. Titlis. Sarapan bagel dan hot chocolate (yang cepat sekali menjadi dingin) dan sekedar duduk berjemur sambil menikmati pemandangan. This is definitely my fav place!

Salzburg – Austria

Day 4 & 5 EuroTrip Part 3. Salzburg is a bit more “city” compare to Innsbruck. This is where the well known Mozart was born, hence there are so many tourist attractions which relates to Mozart such as his house, music, museum etc. Every time I travel, it is always good to see each of its’ city centre.

Stayed at Ibis Salzburg Nord, location in the map is here and my Tripadvisor review can be found here. I really should be Accor Hotels ambassador ^^

We also went to Hohensalzburg Castle which has beautiful scenery of the city from the top, toy museum unplanned and Mirabell Palace as well (my Tripadvisor review here). Langsung berasa ada backsound lagu Mozart ngga sih? Hehehe..

Heidelberg, Germany

Day 6. Short visit to Heidelberg, a small city with a warm and friendly environment. Stayed at Ibis Heidelberg Hauptbahnhof (of course), map location here, review at Tripadvisor here. As far as I remember, the only tourist attraction is the castle ^^ Kota kecil yang menyenangkan juga!

Zoetermeer, Den Haag, Amsterdam – The Netherlands

Day 7. Supposed to stay at NH Hotel at Zoetermeer but somehow the hotel was fully booked and we were upgraded to their chain hotel located at Den Haag. The Hotel Manager himself drove us to the hotel! Den Haag trip was definitely all about Indonesian food (Thank God!). Soalnya udah kangen nasi, ngga mau roti sama fast food terus hehe.. Ini penampakan hotelnya, paling mewah dari yang biasanya saya pesan soalnya di-upgrade sama manajemen hotelnya, Alhamdulillah

Sarinande Indonesian Cuisine sama satu lagu lupa nama restonya tetep yaa Indonesian food hehe..

That’s the of EuroTrip part 2, tapi jangan khawatir, masih ada cerita jalan-jalan lainnya yang akan saya share disini. Xx

error: Content is protected !!